Minggu, 30 Oktober 2011

Navigasi Darat


 Apa pula ini navigasi darat? Kata-katane medeni..hahaha.. Layaknya seorang pilot aja ya ngomongin tentang navigasi,hehe. Tapi bukane pilot itu terbang?? Lha terus kalo navigasi darat itu apa ya?? Menurut para ahlinye setelah ane telusuri navigasi darat itu ternyata adalah suatu cara seseorang untuk menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, Ada juga yang bilang kalo navigasi darat itu cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator saat berada dimedan sebenarnya yang kemusdian di proyeksikan pada peta. Melihat pengertian yang sudah dikemukakan beberapa ahli tadi pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami. Seorang navigator yang andal secara teori bahkan terkadang belum tentu handal ketika dilapangan. Lha terus piye carane ben handal?? Caranya adalah terus berlatih dilapangan dund..hahahaha.. ^_^ knowing by doing!! (bener ra ki bahasane?? hahahaha) lha terus pentingnya navigasi darat itu apa bung?? Katanye para ahli y bos navigasi darat itu berguna untuk :


1.      Membantu dalam upaya penyelamatan korban kecelakaan
2.      Membantu dalam upaya penyelamatan korban yang tersesat di daerah yang tidak mudah dijangkau.
3.      Kegiatan pendakian gunung, susur pantai.
4.      Olahraga orinteerring… dll… begitu bos.. sudah dong?? Kalo sudah dong mari lanjut…hahaha
Seorang navigator paling tidak harus menguasai tehnik penggunaan Peta, sistem arah,  Kompas, dan mengetaui tehnik navigasi praktis… Apa itu peta?? Hahahah..katane para ahli lagi ini bung,
1.      Definisi menurut ICA [ International Cartography Association ] : Peta adalah gambaran konvensional yang dibuat dengan menggambarkan elemen-elemen yang ada dipermukaan bumi dan gejala yang ada hubungannya dengan elemen-elemen tersebut.
2.      Definisi menurut  ERWIN RAISZ : Peta adalah suatu gambaran konvensional dari pada permukaan bumi ,sepertinya kenampakannya oleh kita tegak lurus dari atas, dan ditambah huruf-huruf dan angka-angka sebagai informasi.
Lha terus jenis peta apa yang sering dipakai untuk bernavigasi?? Jenis peta yang sering dipakai adalah peta topografi.. Apa neh kuwi?? Hahaha… Peta topografi berasal dari bahasa yunani, topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar. Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. Ini lho bung bentuk peta topografi

 







 












Bagaimana?? Bingung melihat peta ini?? Saya juga bingung..loh??
Peta topografi ini biasanya digunakan untuk mengetahui ketinggian suatu daerah atau tempat dan juga dapat digunakan untuk mengenali dan mengetahui keadaan medan yang sebenarnya dilapangan. Ketentuan-ketentuan pembacaan peta topografi:
1.      Garis kontur yang lebih rendah selalu mengelilingi garis ketinggian yang lebih tinggi, kecuali pada kawah. Pada kawah garis konturnya ditambahkan titik-titik yang menyatakan ketinggian kontur yang lebih tinggi mengililingi kontur yang lebih rendah.
2.      Kerepatan garis kontur yang berubah-ubah tidak mempengaruhi beda ketinggian garis kontur tersebut.
3.      Untuk daerah datar atau landai, gambar konturnya jarang-jarang, sedangkan untuk daerah terjal garis konturnya rapat.
4.      Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke arah puncak.
Sistem arah!!! Di dunia ini ada 3 jenis sistem arah….








1.      Sistem azimuth
AZIMUTH ADALAH ARAH/SUDUT YANG DIAMATI, DAN DIUKUR MULAI DARI UTARA MAGNETIS BUMI ( UTARA KOMPAS ) KEARAH SUATU TITIK, SEARAH JARUM JAM.
2.      Sistem Bearing
SYSTEM INI DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKKAN LOKASI ATAU ARAH SUATU OBYEK DAN JARANG DIGUNAKAN UNTUK PENCATATAN DALAM PEMETAAN. Sama halnya dengan azimuth, kuadrant tetap terbagi empat akan tetapi bearing dinyatakan dalam arah angin yaitu sebelah timur atau barat dari utara atau selatan. Sehingga pembagian sudut bearing selalu dari 00 sampai 900 dengan titik beratnya pada N (utara) atau S (selatan) yang bergerak ke W (barat) atau E (timur).
3.      Sistem istilah jam
 











Penunjukkan Arah dengan sistem ini tidak memperhatikan  Arah Utara, Selatan, Timur, Barat. Sistem ini sering digunakan dalam militer. 
 Kompas 












Kompas bidik adalah jenis kompas yang sering digunakan dalam bernavigasi.  Cara pengunaan kompas:
1.      Buka tutup kompas, dan posisikan tutupnya hingga tegak lurus.
2.      Tarik tempat jari (jempol) ke bawah.
3.      Masukkan jempol ke dalam tempat jari.
4.      Telunjuk sejajar dan memegang penutup yang berdiri tegak. Jari-jari lain memegang penutup kompas.
5.      Lengan lurus kedepan.
6.      Bidik melalui celah diatas prisma dan visir. hingga obyek, visir dan celah diatas prisma sejajar.
7.      Dekatkan prisma ke depan mata. Catat azimuth yang dibentuk oleh kompas.

Resection

Apa itu resection?? Resection adalah cara menentukan posisi di peta dengan menggunakan dua tanda medan yang dikenali de peta dan dilapangan. Lha terus caranya gimana bung?? Begini caranya…..
1.      Atur peta dengan benar, pastikan peta berada pada orientasi yang tepat.
2.      Lakukan orientasi medan untuk mengenali dua tanda medan yag terlihat di peta dan dilapangan. Sebagai contoh puncak gunung, pohon, sungai, yang penting terlihat mencolok.
3.      Tentukan arah utara peta pada titik yang ditandai dengan cara membuat garis yang berpotongan tegak lurus sejajar dengan sumbu Y dan garis mendatar sejajar dengan sumbu X.
4.      Bidiklah dengan kompas dan catat sudut kompas yang didipatkan, lalu hitung back azimuth untuk titik pertama dan kedua.
Back azimuth: Untuk sudut yang kurang dari 180o ditambah 180o
                               Untuk sudut yang lebih dari 180o dikurangi 180 o
5.      Hitung dan gambarkan sudut yang didapatkan pada titik pertama dan kedua. Perhitungan sudut dimulai dari sudut kompas pembidikan ke titik pertama dan kedua.
6.      Dari sudut yang didapatkan dan digambarkan, buatlah perpanjangan garis hingga titik pertama dan kedua berpotongan disuatu titik.
7.      Titik perpotongan inilah posisi kita.
















Intersection

 









Istilah apa lagi ini bung?? Katanya si ahli intersection adalah penentuan letak suatu obyek (sasaran) di lapangan atau peta. Caranya??
1.      Jika posisi kita di peta tidak diketahui, tentukan dahulu posisi kita.
2.      Kemudian bidiklah dengan kompas sasaran kita yang akan kita cari lokasinya dan tentukan azimuthnya serta tarik garis lurus dari posisi kita.
3.      Kemudian lakukan pergerakan berpundah ke tempat lain menjauh dari posisi kita dan kemudian tentukan lagi posisi baru tersebut di peta.
4.      Bidik lagi sasaran yang akan kita ketahui lokasinyanya dari posisi yang baru kita dan tentukan azimuthnya serta tarik garis lurus dari posisi kedua ini sehingga berpotongan dengan garis pertama. Perpotongan garis tersebut adalah lokasi yang akan kita ketahui.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Navigasi Darat"

Poskan Komentar