Minggu, 27 Mei 2012

Pelangi, cerita motivasi...

Ini tulisan entah dari mana, saya lupa sumbernya, tapi saya pernah muat di martinews PAKSY...


Pada suatu ketika, warna-warna pelangi mulai bertengkar. Mereka bertengkar bahwa mereka yang terbaik, yang paling utama, yang paling populer. Hijau berkata, ”Terus terang saja aku yang terpenting. Aku adalah harapan. Pohon, rerumputan juga daun memilih warnaku. Tanpa aku, hewan-hewan akan mati. Lihatlah ke seluruh penjuru negeri, aku ada di mana-mana.
            Biru menginterupsi,” janganpikirkan dunia tanpa melihat langit dan lautan. Air adalah sumber kehidupan, dijatuhkan oleh awan biru yang berasal dari lautan. Langit adalah ruang kedamain dan ketenangan. Tanpa itu semua apalah artinya. Kuning tertawa kecil, ”Kalian begitu serius! Aku pembawa keriangan, keceriaan dan kehangatan di bumi. Kuning adalah matahari, bulan dan bintang. Setiap saat kau melihat bunga matahari dan duniapun tersenyum. Tanpa aku tidak akan ada kegembiraan.
            Jingga mula menimpali, ”Aku adalah warna kesehatandan kebugaran”. Boleh jadi aku warna yang langka, tetapi aku berharga. Aku banyak memberi vitamin yang menjaga kehidupan manusia. Lihat saja wortel, labu jeruk, mangga juga pepaya. Aku memang tidak terlihat setiap saat. Tapi warnaku memenuhi langit takkala fajar dan mtahari terbenam. Tak ada keindahan yang melebihi ini. Kecantikanku sangatlah memukau.”
            Merah tak tahan juga dan mulai berteriak. ”Aku adalah penguas kalian semua! Aku adalah darah. Darah adalah kehidupan. Aku adalah tanda keberaniandan lonceng bahaya. Aku akan berjuang tak kenal takut. Aku pemberi semangat dalam tubuh. Tanpakudunia akn sepi seperti rembulan. Aku adalah warna kegairahan dan semangat, seperti juga mawar merah, tanda cinta.
            Ungupun angkat bicara. Ia sangat tinggi dan bicara dengan penuh keagungan. ”Aku adalah warna kesetiaan dan kekuasaan. Raja dan senantiasa memiih aku sebagai lambang kewenangan dan kebijaksanaan. Rakyat tidak akan pernah menyangah. Mereka mendengar dan patuh.”
            Akhirnya, warna nila berbicara, lebih tenang dari warna yang lain. Tetapi dengan keteguhan hati. ”perhitungkan juga aku. Aku adalah warna keteduhan. Kalian hampir tidak memperatikannya. Tanpaku kalian semua tidak berarti. Aku mewakili pikiran dan kedewasaan dari sang senjakala dan kedamaian air. Kalian membutuhkan aku untuk dapat melihat perbedaan dan keseimbangan dalm doa dan kedamaian hati.
            Warna-warna itu saling membual, masing-masing meyakinkan bahwa ia yang terhebat. Mereka berperangkata, berteriak semakin keras. Tiba-tiba mereka dikejutkan kilat yang terang., suara guntur yang membahana. Hujan tercurah tanpa belaskasihan. Warna-warna saling meringkuk dalam takut dan saling mendekatkan diri menemukan ras aman. Ditengah kegaduhan itu, Hujan berkata, ”Kalian warna-warna yang tolol, kalian saling berebut mendominasi dalam perdebatan ini. Tahukah kalian? Bahwa kalian tercipta untuk tujuan yang istimewa, unik, dan saling berbeda. Salin berpegang tangan dan kemarilah. Warna-warna itupun bersatu saling berpeangan tangan. Sang hujan meneruskan lagi mulai saat ini, ketika hujan tiba, kalian akn membentangkandiri di langit, seperti busur raksasa sebagai tanda kalian dapat hidup dalam damai. Sebagai pelangi, sebagai tanda harapanuntuk hari esok.
            Dimanap hujan membasahi bumi dan pelangi tampak di langit, ingatlah untuk saling menghormati satu sama lain.
Persahabatan itu seperti pelangi.....
Merah seperti buah apel, manis didalmnya.....
Jingga bak kobaran api, seperti tak akan pernah padam.....
Kunig seperti matahari yang menyinari kita.......
Hijau bagai tanaman yang tumbuh subur.....
Biru seperti air yang jernih alami......
Ungu bagaikan bunga yang menjelang mekar
Nila lembayunseperti mimpimimpi yang memenuhi hati.......

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Pelangi, cerita motivasi..."

Poskan Komentar