Minggu, 27 Mei 2012

Perjalanan Menuju sosial.. (cerita sosial worker SMA)

Entah kenapa hari ini aku buka file2 lama jaman SMA, ternyata ada beberapa tulisanku yang kiranya bisa aku share...

  
Tanpa patokan yang jelas, aku dan Rindra mencari-cari Kolose Santo Ignatius (Kolsani). Kami hanya tahu kalau Kolasini itu terletek di sekitar Gereja Kotabaru. Setelah berputar-putar di sekitar Gereja Kotabaru akhirnya kami menemukan Kolsani. Sampai di Lobi Kolsani, kami bertemu dengan bapak-bapak berparas tegap dan botak rambutnya. Ternyata ia yang menjaga di depan Kolsani. Kami sempat mengira kalau bapak itu seorang frater. Aku bertanya tentang YSS kepada bapak itu. Akhirnya kita di suruh untuk bertemu dengan Fr. Andi untuk lebih jelasnya. Namun kami tidak dapat bertemu langsung dengan Fr. Andi (petinggi YSS), kita harus menunggu sekitar 1 jam. Mengingat waktu tunggu yang cukup lama, kami memutuskan untuk pergi makan di angkringan Kobar dulu untuk membunuh waktu. Setelah kurang lebih 1 jam, kami kembali ke Kolsani untuk bertemu Fr Andi.  Akhirnya aku bertemu juga dengan Fr. Andi, disini kami dijelaskan tentang seluk beluk YSS, mulai dari sejarahnya sampai keadaan Yayasannya sendiri. Untuk lebih jelasnya malam itupun kita diajak untuk survey melihat-lihat keadaan dan situasi YSS. Setelah selesai melihat-lihat kamipun pamit untuk pulang karena hari sudah malam. Minggunya kami dan teman-teman dari SMA N 2 Yk, diminta untuk berkumpul di Kolsani untuk mengadakan breefing sebelum kita terjun langsung ke YSS. Kita juga diajak untuk berkeliling sekitar Kolsani, ternyata isinya bagus juga.
Malam itu, aku dan temn-teman sedang sibuk dengan urusan misa kampus yang masih harus kita selesaikan dengan cepat. Malam itu juga kita membahas itu di rumah Martin. Eh belum selesai membahas, kita sudah harus berangkat ke YSS. Dengan pikiran yang masih campur aduk aku dan teman-teman berangkat ke YSS. Sampai di perempatan Badran Hp ku bergatar, ternyata ada SMS dari Fr. Andi, frater mengabarkan kalau YSS libur karena digunakan untuk pengajian. Dengan rasa kecewa kami berkumpul dan bertemu dengan Fr. Andi di pinggir jalan. Karena YSS libur maka kami pulang ke rumah masing-masing.  
Hari berikutnya akhirnya datang juga. Dengan langkah pasti kami masuk areal YSS. Melihat sekitar YSS kami sempat seang melihat anak-anak yang berlari-larian, namu setelah melihat sikap anak-anak yang bisa dibilang ekstrem kami jadi sempat kaget. Kami sempat bertanya-tanya kok parah banget ya?? Tapi di hari pertama yang indah ini, aku bisa kenal dengan teman-teman baru. Seperti mas Gembong, Fr. Eko, teman-teman dari PBM sanatha dharma, adek-adek YSS. Rame bangaet pokoknya. Tugas hari ini adalah membersihkan ruang kelas yang tidak pernah dipakai. Debu-debu berterbangan dimana-mana. Debu yang ada sempat membuat kami tidak bisa bernafas. Akhirnya kita punya ide untuk menggunakan air saja. Setelah selesai membersihkan kelas kami menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan anak-anak YSS. Mereka cerita banyak banget tentang diri mereka, namun cerita tentang latar belakang kehidupan mereka yang hidup serba kekurangan membuat aku jadi merinding. Aku menjadi sadar ternyata aku dilahirkan di dunia ini jauh lebih beruntung dari mereka. Bagaimana mereka harus mengamen di jalanan, harus kerja keras membantu orangtua mereka sama sekali tak terbayangkan olehku. Tetapi aku masih bisa sedikit tersenyum karena mereka masih dapat mengenyam pendidikan.
Pertemuan berikutnyapun datang, ternyata di pertemuan ini kita masih dihadapkan pada debu-debu yng menyebalkan. Kami kembali membersihkan ruangan kelas. Aku dan teman-teman sempat mengeluh karena hanya dihadapkan pada debu-debu. Tetapi ya sebenarnya gak masalah, kami di sini juga beniat untuk benar-benar kerja sosial, bukan untuk bersenag-senang dengan ank-anak. Tetapi di pertemuan kedua ini aku mendapat teman-teman baru dan mulai akrab dengan mereka. Aku mulai sadar dengan latar belakang sosial mereka, kehidupan yang serba kekurangan dan kasih sayang yang kurang dari orang tua merekalah yang telah membentuk kepribadian mereka. Mereka dihadapkan pada kenyataan hidup yang sangat keras. Harus berjuang di tengah himpitan ekonomi, memperjuangkan masa depan dan kehidupan mereka.
Pertemuan selanjutnya, kita masih dihadapkan pada debu-debu lagi, namun agak berbeda karena kita mendapat tugas untuk menyortir buku-buku. Buku-buku yang diangap masih baik dikelompokkan sendiri untuk digunakan lagi. Di pertemuan ini aku mulai menemukan kesulitan untuk beradaptasi dengan beberapa anak, mereka cenderung memilih-milih dengan siapa bermain dan berbagi cerita. Ada beberapa anak yang merasa tidak cocok denganku. Perlakuan tidak baik dan cemoohan dari anak-anak yang tidak suka kepadaku mulai bermunculan. Namun masih banyak anak lain yang menaru respon baik kepadaku. Ini membuka mataku dan membuat aku tahu ternyata respon dari setiap anak-anak itu berbeda-beda. Tergantung bagaimana kita menempatkan diri kita.
Pertemuan selanjutnya semakin membuat aku bersemangat untuk terus datang ke YSS. Keceriaan yang ditunjukkan oleh anak-anak membuat aku terpanggil untuk kembali ke YSS. Hari ini kita mulai di hadapkan pada anak-anak, ternyata dunia anak itu memang dunianya untuk bermain. Mereka mencoba mengekspresikan semua perasaannya melalui permainan. Aku di sini jadi tahu ternyata setiap anak harus di tangani denan cara berbeda-beda sesuai sifat-sifat mereka. Di dalam permainan akan terlihat sifat-sifat asli tiap-tiap anak. Mana yang hyper aktif, mana yang pendiam, mana yang kalem semuanya dapat terlihat dari permainan mereka. Pertemuan hari ini pun berakhir. Malam itu aku ditawari untuk makan-makan( kuliner malam) oleh mas gembong. Inilah secuil kegiatan yang membuat aku terkesan dan ingin melakukannya kembali di kemudian hari. Mungkin ini saja yang dapat aku ceritakan. Inilah ceritaku menuju sosial yng sebenarnya. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantuku dalam perjalananku menuju sosial ini. Mataku benar-benar terbuka sekarang setelah melihat kenyataan di luar sana. Pengalamanku di YSS takkan pernah kulupakan. Sekian dan terimakasih.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Perjalanan Menuju sosial.. (cerita sosial worker SMA)"

Poskan Komentar