Selasa, 04 September 2012

Simbah, pojok utara pasar kewan Pakem

"Leee. kowe sesuk kuliah ora? sibuk ora?" tanya simbah saya...
"sesuk dina apa ta mbah? (basa-basi anak muda).."
"Selasa Leee.."
"Kayane ora sibuk mbah, ra ana kuliah...lha kepie??"
" terke aku nang pasar kewan pakem ya"
"oya mbah.."

Awalnya saya pikir simbah mau jual kambingnya yang sudah ada11 ekor, repot banget ngurusinnya, mana aku gak  pernah bantu, suruh angon pun tak mau.wkwkwkwk. Selasa paginya simbah datang ke kamar dan mengajak saya untuk ke pakem. dalam hati saya berkata "Ameh nag grasia po mbah?? ehehhkkk!!" wusss, ati2 kualat :D dan tiba-tiba simbah megeluarkan 3 buah gergaji. eh ini buata apaan?? emang kambingnya mau di graji. ehekkk!!

"go ngapa grajine mbah??"
"ameh di kikirke, ben landepp, josss!!"

oalah saya baru sadar, ternyata ke pasar kewan mau 'nglandepke' graji.. pertanyaan saya, emang ana ya sik gaweane ngikirke graji? ahhh.. tapi biarlah, kuturuti saja permintaan simbah. Motor undergrandku kupacu menuju pakem melewati jalan kaliurang yang lengang pagi itu. dengan mata yang masih kriyip2 karena baru saja bangun tidur.hahaha

sampai disana saya bingung lagi, kok isine wedus tok?? ndi tukang kikir grajine. apa sudah dimakan wedus yak??wkwk.. sekian lama mencari akhirnya simbah menemukan orang tersebut yang katanya dari dulu mebuka lapaknya di ujung utara pasar. ketemu dengan orang itu saya tertegun, wah sudah tua sekali. umurnya kira-kira sudah 80an tahun.. yang membuat saya melongo lagi saya korek info dari simbah, katanya orang tersebut sudah membuka lapak ditempat tersebut sejak dari jamannya simbah belum menikah. badalaaaaaaahhh. tahun piro kui?? sangar tenan, loyal sekali simbah tersebut terhadap pekerjaanya, sudah sekian lama simbah tersebut bertahan hidup dengan usaha mengikir gerjagi. Selain mengikir gergaji simbah tersebut juga berjualan rokok dan usaha isi ulang korek gas.

Saya kembali tertegun ketika seorang simbah tua bercaping menghampiri simbah tukang kikir tersebut dan tampaknya hendak megisi ulang korek apinya. tapi apa yang dilakukan simbah tukang kikir tersebut? beliau meminta korek gas yang telah kosong tersebut dari simbah bercaping dan menggantinya dengan korek gas yang masih baru gressss dan wutuuuhhh. Leleh rasanya hati ini.. begitu mulai si simbah tukang kikir gergaji ini, beliau hanya mengambil untung sedikit sekali dari usahanya tersebut.. sebuah contoh kecil yang patut untuk di teladani,  loyal dan baik hati.. padahal berapa sih penghasilan si simbah dari membuka lapak tersebut?? tentu tak banyakk!!

sayangnya hari ini aku tak bisa berbincang banyak dengan simbah tersebut, karena kesibukan beliau mengikir gergaji dan antriannya ternyata juga cukup banyak. akhirnya simbah saya hanya meninggalkan ketiga gergaji miliknya kepada simbah tukang kikir tadi dan gergaji dapat diambil besok minggu legi... dan saya yang disuruh mengambil kembali ke pasar kewan pakem. apa apaaan ini??hahaha

tapi tak apalah, aku justru ingin bertemu kembali dengan si bapak dan berbincang bayak tentang usahanya, nantikan cerita saya esok minggu legi.ahahahaa.. selamat malamm :)

eh iya lupa, ibu tadi juga titip suruh beliin ayam yang dicat warna itu, apaan ini??hahaha ayam sehat dicat warna gitu apa gak kasihan tuuu. akhira aku beli juga, 10rb dapat 3 ayam. lumayan....
selamat malamm :)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Simbah, pojok utara pasar kewan Pakem"

Poskan Komentar