Rabu, 30 November 2011

iki tugas

Wanita di Negara Islam

keadaan wanita di negra yang mayoritas Islam tradisonal biasanya lebih dibatasi dibanding di India, dimana undang-undang membantu dan pergerakan wanita diberi dorongan. Banyak wanita di negara Islam hidup dalam keterbelakangan. Banyak pemimpin muslim yang menyesalkan ini dan beberapa wanita muslim sukses keluar dari kodrat sosialnya dan menjadi dokter, pengacara, dan profesi lainnya.Tetapi hukum Islam membatasi beberapa aspek kehidupan mereka. Mereka boleh berpakaian modern di dalam rumah, namun diluar/publik mereka harus tetap menggunakan pakaian yang tertutup dan berkerudung.

Kebagkitan kaum Islam fundamentalis, berdampingan dengan hukum sharia yang keras mempunyai pengaruh yang bear pada wanita dibeberapa negara muslim. Sedangkan dibagian barat Afrika wanita mengontrol pasar dan mempunyai kedudukan yang kuat di masyarakat. Tetapi pada kenyataanya laki-laki hidup lebih bebas (biasanya lebih nyaman), makan lebih layak, melakukan pekerjaan yang terpandang, dan kurang memperhatikan pengasuhan anak.

Pendidikan dan Kesempatan

Pendidikan menawarkan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan dan stsgnansi, mengembangkan suatu keadaan, dan sebagai sarana memenuhi suatu potensi. Dimana kondisi pendidikan lebih tinggi, kondisi kehidupan wanita disitu lebih baik. Di Kerala, India, di daerah tersebut pendidikan lebih baik daripada daerah lainnya, kesehatan wanitanya lebih baik, wanitanya mempunyai sedikit anak. Pendidikan adalah kuncinya. Prioritas untuk mendapatkan pendidikan bagi wanita, di beberapa negara baisanya lebih rendah dan wanita mempunyai akses yang lebih kecil dibanding dengan laki-laki untuk mengakses pendidikan. Sebagai contoh di India, angka buta aksara mencapai 55 %. Tetapi PBB dan UNICEF memperkirakan seitar 65-75% wanita di India buta aksara.

Saat ini keadaan telah berkembang/berubah. Para ahli berpendapat bahwa kesenjangan gender pada pendidikan memerlukan waktu beberapa generasi untuk dapat memudar. Di akhir tahun 1990-an, di dunia masih ada 600 juta wanita dan 350 juta laki-laki yang buta aksara. Jumlah wanita yang mengenyam pendidikan saat ini sama jumlahnya dangan pria yang mengenyam pendidikan di sekolah. Hali ini terjadi di beberapa negara tidak hanya di Eropa, Amerika utara, dan bagian timur dari asia namun juga di Asia tengah dan Amerika Selatan. Studi dari PBB mengindikasikan terjadinya kesenjangan yang sangat kontras pada pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan di Amerika tengah dan Selatan. 1 dari 4 wanita usia 15-24 di pedesaan buta aksara. sedangkan 1 dari 20 wanita di perkotaan buta aksara. Di sub sahara, lebi dari 7 dari 10 wanita pedesaan dan 4 dari 10 wanita di perkotaan, buta aksara.

Setiap studi yang relevan menunjukkan bahwa meskipun pergerakan yang beasar telah dilakukan di 4 dekade terakhir, hambatan utama masih ada. Wanita dilarang mengikuti pelatihan dibeberapa lapangan pekerjaan seperti kehutanan, perikanan, dan agrikultural, mereka masih sulit untuk masuk ke lapangan pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki. Beberapa maasyarakat masih melarang wanita untuk mengajar laki-laki (meskipun profesi pengajar biasanya terbuka untuk wanita). Di dalam kenyataan kota Industri, wanitadapat menjadi dokter, pengacara dan pekerjaan lainnya.

Ekonomi dan Produktivitas

Saat wanita telahmampu melakukan pergerakan jangka panjang di aspek pendidikan, tidak begitu dengan aspek perekonomian. Saat para ekonom meghitung total produksi tahunan barang dan jasa di suatu negara, mereka tidak menyertakan tenaga kerja wanita yang teak tergaji di rumah tangga., yang biasanya dilakukan oleh wanita pedesaan di sedikit negara berkembang.

Produktivitas Wanita

Sarjana-sarjana memperkirakan jika produktivitas wanita di rumah tangga dihitung, maka akan memberikan nilai dolar. (contoh dengan megkalkulasi seberapa pekerjaan itu harus dibayar ketika kita meminta orang lain untuk memengerjakannya). Total GNP dunia akan tumbuh 1-3 kali. Di suatu negara, wanita memproduksi lebih dari setengah dari jumlah makanan. Mereka juga mendirikan rumah, menggali sumur, menanam tanaman pertanian, membat pakaian dan melakukan pekerjaan yang tidak terekam sebagai produktivitas ekonomi.
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "iki tugas"

Poskan Komentar